Assalamu’alaikum

4 01 2008

H I K M A H                   

Memaafkan, atau Membalas Secukupnya  

         Suatu hari ‘Aisyah yang tengah duduk santai  bersama suaminya, Rasulullah saw, dikagetkan oleh  kedatangan seorang Yahudi yang minta izin masuk ke rumahnya dengan  ucapan assamu ‘alaikum (kecelakaan bagimu) sebagai ganti ucapan  assalamu’alaikum kepada Rasulullah.  Tak lama kemudian datang lagi Yahudi yang lain dengan perbuatan yang  sama. Ia masuk dan mengucapkan assamu ‘alaikum. Jelas sekali bahwa  mereka datang dengan sengaja untuk mengganggu ketenangan Rasulullah.  Menyaksikan polah tingkah mereka ‘Aisyah gemas dan berteriak:  Kalianlah yang celaka!  Rasulullah tidak menyukai reaksi keras istrinya. Beliau menegur, “Hai  ’Aisyah, jangan kau ucapkan sesuatu yang keji. Seandainya Allah  menampakkan gambaran yang keji secara nyata, niscaya dia akan  berbentuk sesuatu yang paling buruk dan jahat. Berlemah lembut atas  semua yang telah terjadi akan menghias dan memperindah perbuatan itu,  dan atas segala sesuatu yang bakal terjadi akan menanamkan  keindahannya. Kenapa engkah harus marah dan berang?”  ”Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan  secara keji sebagai pengganti dari ucapan salam?”  ”Ya, aku telah mendengarnya. Aku pun telah menjawabnya wa ‘alaikum  (juga atas kalian), dan itu sudah cukup.”

Baca entri selengkapnya »