Seulas senyum tiba-tiba tersungging
Sesaat setelah angin malam menyelipkan sekelebat bayang misteri
Yang tanpa permisi telah menyusupi ruang kalbu
Menebar aroma misteri… Namun hangat nan mewangi
Lalu penapun menari diatas lembaran kertas
Menarikan rangkaian peristiwa kalbu, dan telah terajut menjadi sepenggal kisah hati
Tiba-tiba senyum itu lenyap, dan tarian pena pun terhenti
Kala tersadar tokoh dalam kisah itu masihlah misteri
Dan sebuah kisahpun tak sempat usai
Namun setitik asa menghampiri, dan berbisik dengan lembut…
“Rangkailah untaian asa tuk menyambut sang harapan, dimana sebuah kisah kan terukir “
Komentar Anda ^_^